Oleh: OBAT TRADISIONAL INDONESIA | 22 November 2008

Daun Encok Obat Sakit Pegal dan Linu

Berkat daunnya yang sangat berkhasiat dan mujarab untuk mengobati sakit encok (atritis), tanaman ini dijuluki daun encok. Sebuah nama tanaman yang banyak dikenal orang, tapi sedikit yang mengenal rupa tanamannya.

Encok, sebuah istilah umum orang awam yang lazim terdengar manakala salah satu anggota bagian tubuh terasa linu dan nyeri. Menurut Kamus Istilah Kedokteran, encok (atritis) terjadi karena adanya radang sendi terutama pada penderita rematik atau reumatik – sebuah lagi istilah umum untuk rasa pegal, linu, dan nyeri pada otot dan persendian.

Penyakit yang banyak diderita oleh orang lanjut usia ini memang jarang terdengar mengakibatkan kematian. Tapi soal rasa sakit yang ditimbulkannya, boleh dibilang hampir tak terperikan.

Nah, rasa pegal-linu inilah yang bisa diatasi dengan daun encok ( Plumbago zeylanica ) ini. Karena daunnya biasa digunakan orang untuk mengobati encok, lambat laun dikenal sebagai daun encok. Di beberapa daerah disebut juga dengan nama ki encok atau poskor (Jawa), mareka (Madura), bama (Bali), dan oporio (Timor).

Beracun dan Keras

Kendati daun encok sudah lama menyebar di Pulau Jawa dan Bali, ia bukanlah tanaman asli Indonesia. Menurut buku “Tumbuhan Obat” LBN-LIPI, daun encok adalah tanaman asli dari Srilanka. Yang menyebar rata ke daerah tropis hingga kepulauan Pasifik. Tapi sumber lain menyebut, ia berasal dari Afrika yang menyebar ke India terus ke timur, lalu ke Indocina seterusnya masuk ke Asia Tenggara; termasuk Indonesia.

Tanamannya tumbuh sebagai perdu atau semak dengan ketinggian mencapai 2,5 meter. Berbatang bulat licin berwarna hijau dan umunya tumbuh tegak. Kalau diperhatikan daunnya tumbuh berseling. Warnanya hijau, ujungnya runcing dengan sisi yang rata.

Bunganya berbentuk seperti tabung atau corong berwarna putih dan ungu. Buahnya yang kecil-kecil berwarna hijau saat muda, dan berubah menjadi hitam setelah tua. Di kulit buahnya ada semacam rambut yang pendek dan kaku. Di ujung setiap rambut mengandung getah yang lengket. Di dalam buah terdapat biji mungil berwarna hitam.

Meski dari segi sosok tanamannya tidak ada yang istimewa, ia memiliki kandungan yang sangat bermanfaat; yaitu plumbagin yang beracun. Kekerasan racunnya memang masih kalah dibanding tanaman binasa ( Plumbago indica ) kerabat dekatnya. Namun demikian, daun encok tidak boleh digunakan secara sembarangan. Jika digunakan terlalu banyak, dapat menimbulkan rasa panas yang menusuk dan menimbulkan luka bakar. Sebab, selain plumbagin tanaman ini juga mengandung zat anti kuman yang kuat.

Karena kandungan ini, daun encok sangat populer digunakan sebagai obat luar. Di Indonesia, daun encok yang dilumatkan dicampur dengan minyak kelapa, dibalurkan ke tubuh sebagai obat pegal dan linu. Sebagai hasilnya akan muncul gelembung seperti luka bakar dan sakitnya hilang. Di Bali, berkat keampuhan daun encok melepuhkan kulit manusia, banyak digunakan sebagai obat kurap. Sementara di Afrika, daun encok digunakan untuk mengobati penyakit kusta (TRUBUS).

Untuk membeli bermacam kapsul herbal asam urat, rematik, pegal-linu, atau kapsul herbal lainnya? Silakan klik blog : OBAT TRADISIONAL.

About these ads

Responses

  1. I always emailed this website post page to all my friends,
    for the reason that if like to read it after that my contacts will too.

  2. terima kasih atas informasinya


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: