Oleh: OBAT TRADISIONAL INDONESIA | 20 Mei 2011

Obat Herbal untuk Penyakit Ginjal dan Liver

Tubuh Putri semakin hari semakin membengkak. Berat badan gadis berusia 4 tahun ini melonjak hingga 50 kg! Ia divonis mengidap gangguan ginjal akut. Di tangan dokter penyakit ini gagal diatasi. Penderitaan itu akhirnya sirna setelah mengkonsumsi rebusan daun kumis kucing, daun ngokilo, daun dewa, pegagan, lempuyang, dan air mengkudu. Hanya sekitar 2 mingguan ia kembali berseri.

Derita yang dialami Putri, diawali bengkak di kelopak mata. Orang tuanya menganggap itu pembengkakan biasa. Lama-kelamaan bengkak merata ke seluruh wajah. Bahkan, meluas hingga ke sekujur tubuh. Karena khawatir, ibunya segera membawa ke dokter. Obat dokter berupa tablet sementara dapat mengatasi bengkak itu.

Sayang 2 minggu berselang, tubuh Putri kembali membesar. Putri harus opname selama 2 minggu di sebuah rumah sakit di Lumajang. Karena kondisinya berangsur-angsur membaik Putri diperbolehkan pulang. Namun, 2 minggu kemudian tubuhnya kembali bengkak. Begitu terus berulang-ulang. Tak terhitung berapa kali orang tuanya membawa Putri ke rumah sakit.

Walau sakit ia tak pernah rewel. “Meski tubuhnya bengkak, anak itu tak pernah mengeluh. Bahkan jika dituruti, maunya main dan jalan-jalan terus,” ujar ibunya. Meski begitu kekhawatiran tetap membayangi. Karena selain tubuh membengkak, dari permukaan kulit keluar cairan berlendir. Jika Putri digendong, cairan yang keluar kerap membasahi pakaian.

Ginjal, Kolesterol, dan Liver

Pemeriksaan laboratorium menunjukkan gadis cilik itu positif mengidap penyakit ginjal, kolesterol, dan liver. Menurut dokter peluang sembuh sangat kecil. Vonis itu tak menyurutkan usaha orang tuanya. Dokter di berbagai kota seperti Lumajang, Surabaya, dan Semarang pun didatangi. Hasilnya nihil.

Suatu saat mereka bertemu seorang dokter di Surabaya yang menyarankan obat tradisional. “Saya langsung teringat pak Soehanas, seorang pengobat tradisional. Dulu beliau pernah mengobati keponakan saya yang sakit liver,” kata ayahnya. Demi kesembuhan anak bungsunya ini, suami istri itu sampai rela menawarkan rumah sebagai biaya pengobatan.

Setelah memeriksa Putri, Soehanas memberikan racikan obat yang terdiri dari daun kumis kucing, daun ngokilo, daun dan rimpang dewa, daun pegagan, lempuyang, serta air perasan mengkudu. Soehanas menyarankan, agar Putri menghindari konsumsi ikan, garam, dan makanan berlemak.

Selanjutnya 15 lembar daun kumis kucing, 3 lembar ngokilo, rimpang daun dewa, 3 iris lempuyang, 20 lembar pegagan, 2 sendok teh daun meniran, direbus dalam 3,5 gelas air hingga mendidih dan tersisa 2 gelas. Hasil rebusan diminum pada pagi dan sore masing-masing 1 gelas. Agar tidak pahit ditambahkan sedikit gula merah pada air rebusan.

Lima Menit Sekali

Menjelang magrib air rebusan itu diminum Putri. Tepat tengah malam kedua orang tua Putri terbangun karena rintihan. Si bungsu memegangi perut.”Buuu…perut Adek sakiit, bu….” rintih Putri. Dengan sigap sang ibu menggedong si buah hati. Belum sampai ke kamar mandi, Ibu Putri dikagetkan dengan keluarnya cairan hijau tak berbau dari -maaf- dubur Putri. Saking kagetnya ia pun pingsan. Sang ayah kelimpungan mengurusi anak dan istrinya yang tergeletak.

Cairan itu keluar terus menerus setiap 5 menit hingga dini hari. Di tengah kecemasan itu sang ayah terus-menerus memanjatkan doa dan shalat tahajud. Keesokan pagi, pria berusia 51 tahun itu menghubungi Soehanas dan menceritakan kejadian semalam. Pengobat dari Lumajang itu menjelaskan, “Itu efek obat dan akan mereda setelah cairan yang tertahan di tubuh keluar semua”.

Di hari kedua kejadian yang sama terulang. Setiap 5 menit cairan kecoklatan keluar. Saat itu ibunya lebih siap menghadapi keadaan putrinya. “Saya sengaja mengukur lingkar perut Putri setiap 5 menit. Saya perhatikan, lingkar perutnya berkurang 2 cm per 5 menit. Bahkan yang semula mesti dipapah, akhirnya bisa jalan sendiri ke kamar mandi,” ujar ibunya.

Hal ini berlangsung selama satu minggu. Cairan berwarna kuning kecoklatan terus-menerus keluar. Namun, Putri masih sering kesulitan berurine. Untuk mengatasinya, Soehanas memberikan racikan tambahan berupa 7 lembar daun sambang darah, 8 gr daun ayapana (Cleptoria sp) kering, dan 7 gr daun meniran basah. Ketiga bahan itu direbus dalam air selama 25 menit. Hasil rebusan diminum sekali, pada sore hari.

Di minggu kedua bukan hanya cairan dan kotoran yang keluar. Namun setiap 5 menit Putri berurine. Kejadian ini berlangsung selama 1 minggu. Semakin hari bobot Putri semakin berkurang.

10 Hari

Setelah 10 hari minum racikan itu, kondisi Putri semakin membaik. Karena belum yakin benar, ayahnya memberikan ramuan itu selama 17 hari. Setelah itu pemberian ramuan dihentikan.

Sang ibu merasa lega atas kesembuhan putri bungsunya. Akhirnya kejadian buruk yang menimpa anaknya berakhir. Untuk menghilangkan kenangan pahit itu, semua berkas hasil uji Lab dibuang dan dibakar. Kini Putri pun sudah sembuh dari penyakitnya. Syukurlah, ramuan di atas ternyata bisa digunakan sebagai  obat herbal penyakit ginjal, juga sebagai obat herbal penyakit liver, serta obat herbal menurunkan kolesterol.

Catatan : Penyakit ginjal yang diderita Putri diduga karena infeksi bakteri yang diduga masuk melalui makanan, minuman, dan udara. Makanan yang tidak sehat, bisa jadi pemicu timbulnya penyakit ginjal. “Misalnya kandungan rhodamin pada pewarna makanan atau penggunaan pengawet seperti boraks dan formalin. Karena itu makanan harus dijaga, apalagi kalau ketahuan sudah mengidap penyakit ginjal,” kata seorang dokter. Pemicu penyakit ginjal lain adalah polusi udara dan pestisida.

Infeksi bakteri tidak selalu terjadi di ginjal. Bisa di tenggorokan atau tempat lain. Terutama organ tubuh yang rentan. Jika ginjal yang terkena, otomatis fungsi penyaringan zat-zat dalam darah terganggu. Apalagi jika bakteri bersifat patogen, organ akan dirusak, dan timbullah peradangan. Bila ginjal rusak, racun yang harusnya tersaring dan dikeluarkan tubuh, justru masuk ke paredaran darah. Pengeluaran cairan tubuh terhambat. Produksi urine berkurang, jika parah malah bisa berhenti berurine. Dampaknya cairan dalam tubuh tertahan dan terjadilah pembengkakan tubuh.

Ramuan berbahan tanaman efektif mengatasi gangguan ginjal. Selain tidak memiliki efek samping, ia bersifat konstruktif dan rehabilitatif. Pada ramuan di atas, peradangan diatasi oleh daun ngokilo, daun dewa, rimpang dewa, meniran, dan pegagan. Selain sebagai anti radang, pegagan juga berfungsi membersihkan racun dalam darah. Air pace berkhasiat melancarkan peredaran darah dan mengaktifkan enzim kekebalan tubuh. Lempuyang dan pegagan juga berfungsi untuk membentuk sel-sel baru tubuh manusia. Ayapana, meniran, dan kumis kucing bersifat diuretik atau sebagai peluruh air seni.

Untuk membeli kapsul herbal untuk penyakit ginjal, lever, dan lain-lain. Silakan klik blog : OBAT TRADISIONAL.

About these ads

Responses

  1. Thanks mas atas infonya, artikel yang sangat bermanfaat sekali.

  2. Sama2 Bareha’s Blog… Semoga bermanfaat

  3. makasih atas infonya…..

  4. @obat alami jelly gamat: sama2, makasih dah mampir ke blog saya…

  5. nice info..
    boleh minta sy minta no telp bpk. soehanas? sy perlu krn sy sdg sakit ginjal ud 7 bulan dan ud cuci darah 4x. trm ksh sblmnya.

  6. @Chrisna : Maaf, saya tidak punya nomer telpon pak Soehanas. Jika dicari di GOOGLE, domisili beliau di Lumajang. Mungkin Anda ada kenalan atau famili di sana, bisa ditanyakan.

  7. Saya sudah lama tertarik untuk menggunakan obat yang alami atau obat herbal, namun sayang sumber daya alam yang tersedia di sekitar saya sangat terbatas.

  8. @Tongkat Ali : Anda tinggal dimana? Kenapa tidak mulai tanaman obat keluarga (TOGA) di halaman rumah sendiri? Tidak butuh lahan yang luas, bahkan bisa ditanam dalam pot.

  9. Saya mengalami kelelahan,kaki saya sering pegel2,kepala di pundak sering pegel2 apa itu gejala ginjal.kalo memang benr harusnya yang saya lakukan bagaimana?
    Herbal apa saja yg harus saya konsumsi??..

  10. pa anak saya divonis infeksi liver mata dan kulitnya menguning kami berobat kedokter specialis hanya diberi obat serbuk kami tes darah rutin tiap bln dan usg pun sudah 3 kali,,perutnya membesar kata dokternya pembengkakan hati skg usianya 11 bln apa bisa cepat sembuh??obat herbalnya selain dr obat dokter saya buatkan rebusan air temulawak dan saya berikan satu sendok teh campur madu apakah tidak apa2?

  11. Pak Faisal sudah coba daun sirsak belum..? saya minum daun sirsak dan bekatul Alhamdulillah pegal pada pundak dan kaki sudah hilang.

  12. Atau bisa hub saya di febri1271@yahoo.com,
    mungkin ada yang bisa saya bantu, trimakasih.

  13. Trimakasih untuk obat herbal indonesia, smoga makin maju dan sukses

  14. @Ria Anggreani : Silakan diteruskan pengobatan temulawak + madu, selama tidak ada penolakan dari tubuh anak; misal muntah. Semoga cepat sembuh.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: