Oleh: OBAT TRADISIONAL INDONESIA | 10 November 2011

Temu Putih Obat Herbal Antikanker, Antiradang, dan Menjaga Fungsi Hati

Dulu hanya herbalis yang menyarankan temu putih Curcuma zedoaria sebagai obat herbal antikanker. Sekarang potensi tanaman obat ini sudah mendapat pengakuan dari kalangan akademisi.

Drs Edy Meiyanto, MSi, Apt. PhD, ketua Cancer Chemoprevention Research Center (CCRC), Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, yang mengakui potensi temu putih sebagai antikanker. Menurut Edy, dalam Curcuma zedoaria terdapat kurkuminoid yang terdiri dari kurkumin, demetoksikurkumin, dan bisdemetoksikurkumin. Ketiga senyawa ini bermanfaat sebagai antiradang dan berpotensi sebagai antikanker. Lebih tepatnya sebagai agen kemopreventif. Itu artinya kurkumin mempunyai kemampuan untuk mencegah dan menghambat perkembangan kanker.

Hal senada diungkapkan oleh Prof. Dr. H. Sumali Wiryowidagdo, guru besar Jurusan Farmasi Universitas Indonesia. Bahkan ia lebih spesifik menyebutkan Curcuma zedoaria berpotensi sebagai antikanker serviks atau sebagai obat kanker leher rahim. Bahkan secara empiris khasiat temu putih sudah dimanfaatkan masyarakat secara luas.

Menghambat Karsinogen

Menurut Edy, khasiat temu putih sudah pernah diujikan pada berbagai jenis sel kanker. Mulai dari kanker payudara, kanker prostat, kanker hati, dan kanker darah. Juga pernah diujikan pada metastasis kanker paru. Hal ini berdasarkan peran kurkumin yang dapat menghambat mekanisme pembelahan sel, menghambat metastasis (penyebaran sel kanker), dan angiogenesis (pembentukan pembuluh kapiler baru). Serta dapat memacu apoptosis (kematian sel secara fisiologis). “Kurkuminoid juga dapat mencegah terjadinya kanker, karena memiliki efek menghambat aktivasi senyawa karsinogen melalui penghambatan enzim sitokrom P450,” kata Edy.

Khasiat temu putih sebagai antikanker dikemukakan pula oleh Tati Winarto, herbalis sekaligus pemilik Yayasan Pengembangan Tanaman Obat Karyasari. Menurutnya, khasiat temu putih dari dulu dikenalnya untuk menyembuhkan beberapa penyakit. “Kebanyakan untuk mengobati rahim yang terserang kanker, kista, dan tumor,” papar Tati.

Selain itu, temu putih juga berkhasiat sebagai hepatoprotektif atau menjaga fungsi hati, mengobati radang, dan sebagai obat nyeri haid. Bagi Edy sendiri, efek antiradang ini tidak lepas dari kemampuan kurkumin yang dapat menghambat pembentukan mediator radang yaitu menghambat kerja enzim COX-2.

Ramuan Temu Putih

Untuk mendapatkan khasiat temu putih caranya gampang, Anda cukup merebus 10 gram temu putih kering dengan 5 gelas air hingga mendidih dan air tersisa 3 gelas. Dinginkan lalu saring, minum air hasil saringan ini sebelum makan. Minum 3 kali sehari masing-masing 1 gelas. “Harus diminum sebelum makan, agar zat yang terkandung bisa diserap maksimal oleh tubuh,” kata Tati (Sumber : Flona)

Anda butuh kapsul Temu Putih ? Silakan klik blog : OBAT TRADISIONAL.

Catatan :

Di pasaran para penjual tanaman obat sering menyebutkan nama Temu Putih untuk berbagai jenis tanaman obat. Padahal yang mereka sebutkan sering berbeda jenis. “Setidaknya ada 3 jenis yang sering tertukar,” papar Tati. Yaitu Temu Putih, Temu Mangga, dan Kunir Putih alias Kunyit Putih. Jika Anda tertarik pada tanaman Temu Putih Curcuma zedoaria perhatikan rimpang dan bentuk daunnya.

Temu putih mempunyai tulang daun berwarna merah tembus hingga bagian bawah permukaan. Sedangkan Temu Mangga warna daunnya hijau polos, tak ada kelir merah pada tulang daunnya. Pada permukaan daun Kunir Putih  atau Kunyit Putih terdapat banyak bercak berwarna putih.

Perhatikan juga bagian rimpangnya. “Dari luar ketiga jenis temu ini tampak sama, coba dipatahkan,” kata Tati sambil mematahkan rimpang Temu Putih. Patahan rimpang Temu Putih Curcuma zedoaria berwarna kuning pucat. Sementara Temu Mangga berwarna kuning cerah dan beraroma mangga. Sedangkan Kunyit Putih / Kunir Putih rimpang mudanya berwarna putih dan berbentuk bulat.

About these ads

Responses

  1. apakah ukuran temu putih dan kunyit putih ada bedanya.?

  2. @Hari Sanyoto : ukuran kunyit putih dibanding temu putih, relatif sama.


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: