Oleh: OBAT TRADISIONAL INDONESIA | 21 November 2008

Daun Mimba dan Duwet Mengobati Disfungsi Ereksi

Malam itu seperti waktu tak beranjak, terasa begitu lama. Kegelisahan meliputi benak –sebut saja — Agus yang tergolek di peraduan. Ia tak mampu lagi memberikan kemesraan buat istri terkasih lantaran mengalami disfungsi ereksi atau masalah seksual. Baginya itulah malam-malam panjang. Sedih, kecewa, dan malu campur aduk tak karuan. Berkat rebusan daun mimba dan kayu batang duwet kini keharmonisan rumah tangganya terselamatkan.

Kejadian pada akhir Januari 2001 itu tak akan pernah terhapus dari ingatan pria itu. Sebagai suami begitu nelangsanya pria kelahiran Klaten ini. Ia ingat betul begitu senjakala tiba, kegundahan senantiasa menghampiri pikirannya. Sulung 5 bersaudara itu tidak pasrah. Ia segera berkonsultasi ke dokter di sebuah klinik di Jakarta Selatan untuk mengatasi problem seksual. Saran dokter: ubah suasana kamar.

Usai pulang dari klinik terbit harapan agar lara itu segera berakhir. Sayangnya, meski memenuhi nasihat dokter gairah itu masih redup. Tak mampu membakar malam yang dingin. Tak tahan berlama-lama tersiksa, ia kembali menjalani tes kesehatan di klinik berbeda. Uji laboratorium menunjukkan, ia terserang diabetes mellitus. Kadar gula dalam darah mencengangkan, mencapai 350 mg. Idealnya, 100-140mg.

Dipicu Hipertensi

Saat itu hipertensi yang diidap Agus belum sembuh. Ia menduga diabetes mellitus sebagai penyakit susulan yang dipicu hipertensi. Lebih dari 15 tahun Agus menjadi langganan dokter. Setidaknya sebulan 2-3 kali kepala pusing tak tertahankan. Gejalanya tengkuk terasa pegal dan cekot-cekot. Tekanan darah tinggi, mencapai 160/100mmHg. Setiap kali gejala itu dirasakan, ia lekas ke Dr. Ludwina yang berjarak sekitar 500 meter dari rumahnya.

Setelah mengkonsumsi beberapa pil pereda sakit, ia hanya berbaring. Meski demikian esoknya, ketika sudah merasa sehat, ia akan menikmati lezatnya makanan favorit: sate kambing. Bukan karena lantaran lupa akan penderitaan semalam, tetapi “Saya tak tahu kalau daging kambing dapat memicu hipertensi,” ujar Agus. Selain itu es teh manis tak pernah ketinggalan setiap kali makan. itu diduga sebagai pencetus diabetes mellitus.

Setelah pindah dari Yogyakarta ke Jakarta, barulah Agus memperoleh pengetahuan tentang bahaya daging kambing bagi penderita hipertensi. Pekerjaan sebagai penyuluh pertanian di Piyungan, Bantul, Yogyakarta, yang digeluti selama 7 tahun ditinggalkan. Di ibukota ia bekerja sebagai perancang taman di sebuah pengembang ternama.

Jus Sambungnyawa

Karena harus bepergian ke beberapa tempat, alumnus Sekolah Tinggi Perkebunan itu selalu membawa pil pereda hipertensi. “Pokoknya kalau terasa kliyengan (pusing), saya langsung minum,” ujarnya. Sayang, upaya itu tak pernah menuntaskan penyakit. Hanya sekedar mengurangi rasa sakit sejenak. Awal Januari 2001 penyakitnya kambuh. Dr. LUdwina yang biasa merawat menyarankan agar Agus mengkonsumsi rebusan daun sambungnyawa.

Menurut Dr Ludwina seperti ditirukan Agus, konsumsi pil berkepanjangan bisa menyebabkan disfungsi ereksi. Hal serupa dikatakan Dr. Erwin Sainan SpKK dari RS Persahabatan, Rawamangun, Jakarta Timur. Dr. Ludwina juga menganjurkan supaya menghindari alkohol, garam, dan daging kambing.

Keesokan pagi ia berkeliling di kompleks perumahannya di Tangerang untuk mencari tanaman sambungnyawa. Tanaman yang tak dikenal sebelumnya. Untung salah satu tetangga mempunyai beberapa tanaman sehingga ia dapat memetik 14 helai daun.

Setiap makan malam, 7 daun sambungnyawa hijau pucat dilalap –tanpa direbus– dengan sambal. “Baunya agak langu,” ujarnya. Itu dilakukan 2 hari berturut-turut. Untuk konsumsi hari berikut ia ke kebun tanaman obat Karyasari, Pondokgede, Bekasi seperti yang dianjurkan pemilik sambungnyawa. Winarto, pimilik Karyasari, menyarankan 7 daun sambungnyawa diblender dengan 3-4 daun dewa Gynura procumbens.

Hasilnya dicampur dengan 0,5 gelas air matang, disaring, dan diminum sekaligus sebelum makan malam. Agus menambahkan sedikit gula agar enak dikonsumsi. Sepekan kemudian ia memeriksa diri ke Dr Ludwina. Tekanan darahnya membaik, 120/80 mmHg, dan itu mengurangi beban pikirannya. Satu penderitaan pun berakhir.

Bangkit Lagi

Untuk mengatasi penyakit gula, Agus berkonsultasi ke seorang dokter spesialis penyakit dalam di sebuah klinik. Kemudian ia menebus beberapa obat. “Saya sengaja menebus separuhnya, karena ngga enak kepada dokter kalau tidak nebus obatnya,” ujar Agus. Ia bertekad mengatasi penyakit gula itu dengan ramuan tradisional. Toh sebelumnya ia sudah membuktikan, hipertensi sembuh dengan racikan tanaman obat. Pil dari dokter tetap ditelan selama sepekan.

Kebetulan setelah obat dari dokter habis, ia mendapat informasi dari Winarto soal faedah daun mimba Azadirachta indica juss dan kulit batang duwet atau disebut juga dengan buah jamblang. Racikan itu ampuh mengatasi diabetes mellitus. “Disfungsi ereksi yang saya derita kan bersumber dari penyakit gula,” ujar Agus. Masing-masing 10-30 gr daun mimba kering dan kulit batang duwet / jamblang direbus dalam 3 gelas air hingga mendidih. Setelah dingin rebusan itu diminum 2 kali, sebelum sarapan dan sebelum makan malam. Dua pekan setelah rutin meminum rebusan itu kadar gula darahnya melorot, 180 mg. Konsumsi rebusan itu terus dilanjutkan.

Pada pekan ke-4 ia kembali ke klinik untuk mengetahui kandungan gula darah. Uji laboratorium menunjukkan, kadar gula melorot menjadi 150 mg. Pemeriksaan berikut –2 pekan kemudian– ia dinyatakan negatif alias sembuh. Bersamaan dengan itu libidonya mulai bangkit dan menggelegak. Keharmonisan rumah tangganya yang semula goyah kini terselamatkan. Meski demikian ia tetap minum ramuan daun mimba dan kulit pohon duwet atau jamblang yang dikemas seperti teh celup. “Kalau gairah mulai menurun, tandanya ngga beres nih, dan saya minum ramuan ini lagi.” ujar pria 47 tahun itu. Selamat tinggal problem seksual, selamat jalan masalah seksual. Sumber: Trubus.

Untuk membeli kapsul herbal daun mimba, kapsul herbal purwoceng, kapsul herbal pasak bumi, dan bermacam kapsul herbal lainnya. Silakan klik blog : OBAT TRADISIONAL.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: