Oleh: OBAT TRADISIONAL INDONESIA | 24 Mei 2011

Diabetes Sembuh Berkat Mahkota Dewa

Semula hanya bintik-bintik merah disertai gatal di seluruh tubuh Beka, seorang aktor kawakan yang berasal dari Yogyakarta. Setelah dicek, ternyata ia dipastikan mengidap diabetes mellitus. Kadar gula darahnya melambung hingga 400 mg/dl. Pria berusia 50 tahun itu menempuh berbagai cara untuk mengatasi keluhannya. Sayang, hasilnya nihil. Penyakit kencing manis yang sudah dideritanya selama 4 tahun sembuh berkat mahkota dewa (Phaleria macrocarpa).

Saat tengah syuting sebuah sinetron, “Kemana-mana saya pakai lengan panjang terus. Saya malu,” ujarnya di sela-sela pengambilan gambar sinetron Bumi dan Langit, di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Awalnya ia mengira itu hanya gejala alergi. Anak ke-5 dari 7 bersaudara itu mengoleskan salep di atas bintik-bintik merah di kulitnya.

Karena upaya tersebut tidak menuntaskan masalah, Beka mencoba ramuan Cina yang diminum. Hasilnya, setali tiga uang. Bahkan, obat dari dokter spesialis kulit pun gagal mengatasi penyakitnya. Setelah berbagai jalan penyembuhan ditempuh dan tanpa hasil, dokter yang menangani menyarankan untuk mengecek darah.
Hasil uji laboratorium menunjukkan kadar gula darah mencapai 400 mg/dl. Pantas mudah lelah. Walau malam tak begadang, pada siang hari ia tak kuat menahan kantuk. Padahal ketika itu ia tengah sibuk, sehingga serangan penyakit gula dirasakan sangat mengganggu.

Jarang berolahraga dan banyak mengkonsumsi teh manis ditengarai sebagai pemicu penyakit itu. Diabetes Mellitus juga dikenal sebagai penyakit “warisan”. Fakta itu klop dengan dirinya, kedua orang tuanya juga mengidap penyakit diabetes.
Perlahan ia mulai mengubah kebiasaan hidup. Minum teh manis sedikit demi sedikit dikurangi. Aktifitas pertama usai bangun pagi dan sarapan adalah lari selama 1,5 – 2 jam di kompleks perumahan di kawasan Baciro, Yogyakarta. Ke mana pun pergi air putih tidak pernah ketinggalan. Di rumah, menu sehari-hari adalah buah dan sayuran dalam bentuk salad. Daging dan telur dihindari.

Diet Ketat

Sebulan kemudian bintik-bintik merah mulai menyusut. Sayang, Beka tidak konsisten menjaga diet dan berolahraga. Lari pagi mulai jarang dilakukan. Teh manis mulai diseruputnya usai makan. Daging kambing, kegemaran utamanya dicicipinya lagi. Dampaknya, kadar gula darah kembali melambung. Tiga tahun berobat tak kunjung sembuh, menyebabkan Beka berpaling pada pengobatan alami.

Atas saran mendiang budayawan Umar Kayam, ia meracik ciplukan. Daun dan akarnya direbus, diminum sehari sekali. Sayang ia menghentikannya lantaran khawatir dampak buruk. Pada dosis berlebih, ramuan itu menyebabkan kadar gula darah melorot drastis. Sementara Beka tidak mengetahui berapa dosis yang tepat.

Mahkota Dewa

Jalan penyembuhan terkuak ketika ia mengisi acara pada perayaan ulang tahun di PT Astra Graphia, Jakarta. Disana ia bertemu seorang teman yang juga mendatangi acara ini. Temannya menyarankan meminum ramuan 10 irisan mahkota dewa kering yang direbus dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Merasa kurang efektif, Beka mengkonsumsi 10 kali lipat. Segenggam rajangan mahkota dewa yang telah dikeringkan direbus dengan cara yang sama. Sisa rebusan direbus ulang untuk diminum malam harinya. Walau temannya sudah mengingatkan, efek kelebihan dosis bisa mengakibatkan gagal ginjal dan jantung, pria ini nekad selama tidak mengalami keluhan. Ia beranggapan ramuan herbal murni tanpa zat kimia, aman bagi pencernaan.

Rutin meminum ramuan selama 1 minggu, hasilnya mulai dirasakan. Periksa darah terakhir, sebelum minum ramuan, kadar gula darah puasa 226 mg/dl. 2 jam kemudian kadar gula darah setelah makan (postprandial) menjadi 332 mg/dl. Seminggu kemudian ternyata gula darah puasa turun menjadi 195mg/dl dan setelah makan 303 mg/dl. 2 minggu setelah itu turun lagi menjadi 173 mg/dl dan postprandial-nya 240 mg/dl.
Kolesterolnya pun turun dari 233 mg/dl menjadi 227 mg/dl dan 210 mg/dl. Asam urat awalnya 7,5 mg/dl turun menjadi 6,7 mg/dl dan 6,6 mg/dl. Selain sebagai obat herbal penyakit diabetes, mahkota dewa merupakan obat herbal penurun kolesterol. Juga sebagai obat herbal asam urat.

Selama meminum ramuan ini, Beka sama sekali tidak melakukan diet dan olahraga. Ia ingin membuktikan bahwa mahkota dewa dapat menurunkan kadar gula darah secara signifikan tanpa harus berdiet dan olahraga. “Ternyata bisa. Kesimpulan saya kalau saat mengkonsumsi mahkota dewa disertai olahraga dan diet, pasti lebih bagus hasilnya,” ujar Beka.

Meskipun demikian ia tetap mengkonsumsi mahkota dewa dengan dipadu brotowali. Jika bepergian, ia selalu membawa kompor portabel untuk merebus ramuan obat. Lantaran repot, ia berinisiatif memblender mahkota dewa dengan dosis yang sama. Lalu dicampur dengan brotowali dengan dosis yang sama 1:1 dan dimasukkan ke kapsul. Setiap pagi dan malam diminumnya 3 kapsul. Konsumsi dalam bentuk kapsul dilakukannya saat bepergian. Di rumah, ia tetap meminum rebusan.

Setelah itu, ia merasa tidak perlu ke dokter karena tidak ada keluhan. Temannya menyarankan untuk mengurangi makanan berlemak. Istrinya menganjurkan agar melakukan pemeriksaan laboratorium secara rutin, guna mengetahui gula darah dan fungsi ginjalnya. Ia betul-betul merasakan khasiat mahkota dewa. Kendati demikian ia tetap membatasi diri. Ia sadar penyakitnya belum sembuh total. Mahkota dewa merupakan salah satu pengendali penyakitnya. “Saya ingin mengurangi, karena itu harus tetap hati-hati. Dulu selalu minum manis, sekarang minum teh tawar. Kalaupun ingin manis, saya menggunakan gula diet,” ujarnya.
Menurut American Diabetes Association, diabetes disebabkan pankreas yang kurang memproduksi insulin. Insulin adalah hormon yang berfungsi mengubah gula, zat tepung, dan zat makanan lainnya menjadi energi. Tanpa insulin, jaringan tidak dapat memanfaatkan glukosa sehingga terjadi penumpukan dalam darah. Sampai sekarang penyebab utama penyakit diabetes masih menjadi misteri. Faktor genetik memegang peran penting. Obesitas dan kurang olahraga pun merupakan faktor pendukung.

Catatan: konsumsi mahkota dewa dalam bentuk mentah bisa menimbulkan keracunan, efek langsung akan dirasakan mulut berupa bengkak dan sariawan. Mahkota dewa mengandung senyawa alkaloida, flavonoid, polifenol, saponin, tanin, dan minyak atsiri. Flavonoid dapat memperkuat pembuluh darah, antitumor, dan diduga yang paling berpengaruh dalam penyembuhan diabetes. Hasil penelitian Willaman 1955, flavonoid dapat melindungi sel-sel Beta pulau langerhans yang bertugas memproduksi insulin.
Untuk pengobatan diabetes sebaiknya menggunakan 3 buah mahkota dewa yang diiris dan dikeringkan lalu direbus. Selain itu yang juga penting adalah olahraga teratur, diet ketat, dan menghindari stress.

Anda butuh kapsul mahkota dewa, kapsul ciplukan, kapsul brotowali, atau kapsul herbal lainnya ? Silakan klik blog : OBAT TRADISIONAL.


Responses

  1. halo sobat,.maaf kalo postingan ama comment tidak nyambung.Saya udah pasang linknya,btw anchor Blog saya mohon diganti menjadi Yangpentingshare!™ ya

  2. Nice info, ohya Link sudah terpasang silakan dicek

  3. @YANGPENTINGSHARE: anchor text sudah diganti… thanks

  4. @aziscs1: oke… thanks

  5. mantap infonya, apakah ada obat dari daun-daunan untuk mengobati kista?

  6. Kisah yang sangat inspiratif… memang sudah saatnya kita back to nature he he…obat herbal jauh dari efek negatif….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: